Friday, June 25, 2010

Nasi Goreng Juara Indonesia

Oi para pejalang.. jumpa lagi bersama kami, blog kuliner dan jajanan malang yang paling gaul di indonesia.. mengingat visi dan misi kita menjadikan blog ini go international, maka edisi kali ini kumaljalang crew akan mengunjungi kuliner yang menjuliki dirinya "nasi goreng juara indonesia".. menilik kata "juara" yang berarti pemenang atau winner, maka yang ada di benak kita adalah kejayaan dan kedigdayaan cita rasa yang akan kita nikmati.. nama yang sangat menggoda saya rasa.. ups.. namun jangan salah sangka dulu, karena kita akan menikmati masakan para pemenang ini, bukan di restoran mewah berkolom doric abad pertengahan, melainkan sebuah warung sederhana pedagang kaki lima di daerah gaul soekarno-hatta di malang tentunya... dari tampilan luar warung, terlihat ini hanya warung biasa layaknya warung2 kaki lima pada umumnya, dengan pembeda sebuah tenda dengan judul "nasi goreng juara indonesia". Tapi bila disejajarkan dengan warung kaki lima pada umumnya, warung ini tergolong warung kaki lima berbintang lima, karena warung ini bersih dan pencahayaannya sangat terang benderang..


oke sekarang bagaimana dengan makanannya? sesuai dengan judulnya, sajian utama yang diperdagangkan pada warung ini adalah menu andalan nasi goreng juara indonesia (Rp8500). Selain itu warung ini juga menyajiakan nasi goreng spesial, mie goreng, dll (selengkapanya dapat di lihat pada gambar dibawah)


Ada beberapa kelebihan dari menu makanan disini, mesti harganya diatas "SHNGN" (Standart Harga Nasi Goreng Nasional,red) yaitu 8500 rupiah sedangkan harga standart 5000 rupiah, namun nasi goreng juara ini menyajikan masakan berkualitas.. karna jujur, cita rasanya terasa bersih dan tidak berminyak layaknya nasi goreng pada umumnya. Ditambah lagi taburan daging ayam dan pecahan telur yang mendominasi, serta sebuah kejutan, karna saat ada membelah bulirang2 nasi, maka anda akan menemukan telur mata sapi bagaikan harta karun yang cemerlang... Dan bagi anda yang sibuk dan tidak banyak waktu untuk menunggu pesanan, tempat ini akan menjadi surga bagi anda, karena untuk penyajiannya hanya membutuhkan waktu tidak lebih dari 3 menit, very fast, briliant.. Dan tentu saja, dari soal cita rasa, memang nasi goreng ini juaranya... dari penilaian secara keseluruhan, maka dapat dikatakan ini merupakan makanan berkualitas..


ada satu hal lagi yang perlu diingat, karena kedai nasi goreng juara indonesia ini hanya buka di saat senja menjelang saja, alias magrib hingga malam hari saja.. dan jangan juga anda datang terlalu larut, karena biasanya diatas jam 9 keatas, kedai ini sudah soldout... dan akhir kata, terus ikuti perjalanan kami menelusuri eksotisnya wisata kuliner dan jajanan malang yang sangat menggoda selera.. sampai jumpa di liputan berikutnya.. cao..

Saturday, June 5, 2010

Malang Kota Bakso


Setelah sekian lama terkurung di gua hirok menunggu jibril yang tak kunjung datang, akhirnya terbit juga ajakan menjalang meninggalkan area pertapaan, pertama-tama saya ucapkan terimakasih kepada saudara saudari sepejalangan kali ini, yang memberikan sedikit pencerahan batiniyah, mengalihkan sedikit isu isu santer yang akhir akhir ini kerap terjadi di muka bumi, meski gangguan itu tidak sepenuhnya menghilang dari pikiran…

Okelah kita mulai sajalah,,,, dengan kata kata MALANG KOTA BAKSO,,, menu kita kali ini adalah salah satu atau satu satunya makanan khas kota Malang, meski belum dipatenkan dan akan diakui sebagai makanan khas Indonesia bakso kita anggap saja makanan khas kota tercinta kita, dan merupakan warisan budaya dunia…..saya cinta bakso Malang…

Menu bakso kita kali ini adalah salah satu varian dari berbagai jenis spesies bakso yang ada di kota ini,, yakni bakso bakar…. Terletak di sekitar kawasan jalan besar ijen tepatnya di sebelah timur gerbang ijen kampus UM bakso bakar nglam (kita sebut saja demikian) ini biasa mengkal dan menjual dagangan baksonya kepada para binatang jalang yang selalu lapar ini,, terletak di pinggir jalan besar, dengan sepanduk yang sangat besar berwarna merah bertatokan tulisan bakso bakar, serta para pelayan berseragam biru dengan baju yang dimasukkan ke dalam celana berwarna hitam dan sabuk yang terlihat serta lengkap dengan dasi dan sepatu layaknya seles kartu kredit (benar benar tak manusiawi seragam para pelayan ini,, wahai pemilik bakso bakar ijen, berikanlah mereka baju layak pakai niscaya baksomu akan lebih laris lagi.. amin…) , berkeliaran secara liar di area muka dan dalam dari warung remang remang ini,, membuatnya sangat mudah dikenali dan menggoda untuk dicicipi… selain itu dari parkiran motor dan mobil yang berjajar di depan warung remang remang ini dapat diidentifikasikan bahwa warung remang ini cukup diminati bukan hanya para binatang seperti kami tetapi juga manusia normal dan alien dari mars atau bahasa ekonominya warung yang laris,,,

Suasana interior warung remang ini seperti percampuran antara suasana restoran binatang 5 dengan pesta kawinan dan warung kopi pinggir jalan,, sungguh ide yang sangatlah liar pikir saya, lebih liar dari libieskind, zaha bahkan koolhas sekalipun,.. meja panjang berbungkus taplak putih dengan layar LCD besar yang memutar lagu d’masiv versi karoke serta anak sd yang bernyanyi liar di temani bapaknya dan bercampur suara lalu lalang kendraan bermotor, akan menemani kita menyantap bakso yang panas dalam dinginnya kota malang…

Seperti yang telah diketahui tentang definisi bakso ( baca pos saya tentang bola2 daging) maka saya tidak akan banyak mendeskripsikan tentang pengertian bakso,,,yang paling khas dari bakso bakar ini adalah aroma panggangan arang yang tak bisa tergantikan dengan zat sintetis buatan cina apapun ,,,,,,, saya cinta panggangan arang… selain itu yang berbeda dari bakso biasanya disini bola bola bakso yang telah dibakar disajikan dengan mangkok tersendiri terpisah dari kuah dan perlengkapan bakso yang lain, hal ini tidak lain dan tidak bukan adalah untuk mempertahankan aroma bakaran agar tetap murni tidak bercampur dengan aroma rasa yang lainnya.. bau hangus bakaran ditambah dengan gurih daging bakso dan bawang goreng,,,,,, saya cinta bawang goreng….. serta siraman kuah khusus untuk bakso bakar ini (saya tidak tau terbuat dari apa) menciptakan sensasi rasa yang mengagumkan,,, saus sambal dan kecap juga dapat ditambahkan bila anda menyukainya untuk melengkapi sensasi rasa dari bakso bakar ini,,,,,,,,,,, saya juga senang tekstur sayatan pada bakso bakar yang memberikan efek seperti bentuk bunga namun bukan bunga yang mekar, dengan warna coklat, berbentuk bulat, sedikit bertkstur kasar, dan dengan sedikit cairan saus dan taburan bawang goreng di atasnya sangat indah….

Sedang untuk kuah dan pelengkap isian bakso yang lain cukuplah standart, tidak ada pelengkap yang berbeda dari bakso bakso lain,,,,,, namun untuk tahu isinya cukup memuaskan tidak seperti tahu isian pada kebanyakan rombong bakso pinggir jalan isian daging pada tahu isi ini cukup besar, dengan kekenyalan yang pas dan sangat terasa aroma dagingnya,.. secara keseluruhan bakso bakar ijen ini saya berikan 3 bintang dari 5…….

cukup menarik untuk dicoba, jadi bila anda sedang stress dengan kerjaan skripsi yang tak kunjung selesai dan berita berita buruk di televisi yang juga terus menerus membombardir jiwa dan otak kita maka lekaslah datang kewarung remang ini sedikit bernapas agar tak mati kehabisan udara didalam gua yang tak berlubang udara tak papalah…..

sampai jumpa di kumal jalang berikutnya tentu saja dengan makanan berbeda edisi berbeda dan pastinya cita rasa yang berbeda,,, wasalammualaikum Wr.Wb..

Tuesday, May 25, 2010

Senja Menggila di Malkem part 2


Yeahh….Akhirnya bisa meneruskan cerita petualangan kita di malkemb(malang kembali,red)yang kemaren sempat terputus. Tanpa basa basi, langsung saja kita lanjutkan cerita tentang keganasan ceker mercon yang telah merusak susunan saraf pedas di seluruh tubuh kami para petualang kuliner nan gagah berani... Serangan badai pedas yang sangat dahsyat, yang dilakukan oleh ceker setan kepada kami ini, tidak serta merta membuat kami jera dan berhenti menyiksa tubuh dan jiwa kami demi mengalami sensasi cita rasa yang baru…

Kami berempat para petualang kuliner telah bertekad bulat melewati penyiksaan pedas dari ceker mercon. Setelah beberapa jam berlalu dengan ditemani segulung tisu untuk mengelap peluh dan beberpa umpatan, cacian dan makian memuji kepedasan sang ceker dan dengan segala keterbatasan fisik serta mental kami berempat... akhirnya yang berhasil melewati siksaan ceker ini hanyalah ateng di urutan pertama dengan waktu makan ½ jam, dan budi dengan waktu makan ¾ jam, sedangkan saya dan ilman telah mati kepedesan ditengah perjalanan derita ini…

Setelah puas mengumpat dan cengengesan menertawakan wajah wajah para kuli yang hampir mati kepedasan oleh ceker mercon, perjalanan suci kami menyelusuri malkemb pun kami lanjutkan, dengan satu tekat bulat mencari makanan penutup atau bahasa gaulnya dessert. Ada beberapa makanan penutup untuk petualangan kita kali ini. Salah satunya adalah makanan kenangan masa lalu yang saat ini sudah jarrang sekali ditemukan, yakni sejenis jajanan pasar. Jajanan ini sering ditemui di pasar-pasar tradisional masa lalu, ada beberapa jenis varian menu salah satunya yang kita cicipi adalah gatot (Rp.1000,-) dan bledhos (Rp.1000,-) (kalau tidak salah namanya, maaf ingatan saya lemah)

Kita awali mulai dari bledhos. Bledhos merupakan makanan yang sangat sederhana namun cukup menyenangkan, bledhos sendiri adalah sejenis jagung rebus yang di ditelanjangi dari badannya... Maksut saya, biji jagung yang dipisahkan dari badan jagungnya, lalu ditambahkan semacam parutan kelapa dan diberikan taburan pemanis dari gula. Sewaktu kecil seingat saya gulanya adalah berupa gula pasir yang ditaburkan dengan liar tanpa diolah, tapi kali ini sedikit berbeda karena gula campuran bledhos disini adalah gula jawa yang dicairkan, entah mana resep yang otentik... tapi kalau saya lebih suka gula pasir biasa, karena tidak menimbulkan efek pliket(lengket-lengket yang tidak menyenangkan,red). Namun karena tidak disediakannya sendok, maka terpaksa kita makan dengan tangan (muluk,red). Selain itu, menurut saya rasa gula pasir yang lebih jernih dapat memberikan rasa manis yang lebih ringan ketimbang gula jawa yang dicairkan pada blendhos kali ini... yang tak kalah khasnya adalah penyajian bledhos yang menggunakan pincuk (daun pisang, yang dibentuk seperti piring) membuatnya sangat menarik, warna hijau daun, bercampur warna kuning jagung dan sedikit putih dari parutan kelapa sangatlah centil menggoda siapapun yang melihatnya..

Tentang rasanya perpaduan dari berbagai bumbu dengan jagung rebus menimbulkan rasa jagung yang herbal bercampur dengan gurihnya kelapa, dan manisnya gula, memberikan rasa bahagia disamping kenangan masa kecil yang tiba-tiba melintas kembali di kepala, saat saat diajak pergi ke pasar dengan ibu dan dengan cinta kasihnya membelikan jajanan ini..

,,, masa masa yang sangat manis dan menyenangkan,,,,

Sedangkan untuk gathot, Gathot adalah menu yang tidak kalah unik, dari bentuknya saja terlihat sangat eksotis, berwarna hitam dengan bentuk yang sangat abstrak seperti apa ya….mmm…. kecil kecil, seperti remahan roti, tapi lebih besar dan padat, seperti ledog atau tanah lempung tapi yang sudah kering,,, maaf ini deskripsi terbaik kami, gambarnya tidak sempat kami ambil karena tangan kami sedang penuh sesak dengan makanan. Sama dengan bledhos, untuk finishing penyajian gathot juga memakai kelapa parut, nampaknya ini finishing terbaik yang diketahui orang jaman dulu. Bahan dasar pembuatannya adalah dari ketela yang direbus lalu diinjak injak, sehingga tercipta komposisi yang teramat menarik ini,,

Untuk rasanya, sangatlah tak terduga... warna hitam habis diinjak kaki identik dengan pahit, hina, najis... tetapi rasa gatot yang sebenarnya adalah…………. asin………… bercampur dengan gurihnya parutan kelapa, kombinasi… gurih,,,,asin,,,,,hitam,,,,remahan,,,,, satu satunya yang bisa saya katakan adalah……upil….. kenapa upil?? Karena memang kita serasa memakan upil dari bentuk rasa dan warna yang sangatlah mendukung,,,

Puas memakan jajanan pasar dan serangkaian menu yang tersaji di arena malkemb, terjadi saat-saat pencerahan dimana saya teringat pepatah lama yang mengatakan “mari mangan gak rokokan,rasane koyok dikamplengi jepang". Artinya sehabis makan tidak merokok,seperti dipukuli tentara jepang... yang memang pernah eksis menjajah Indonesia, pada waktu yang telah lalu…

Dan tak jauh dari saat saat pencerahan pepatah ini ada 2 orang penjual rokok, yang menjual sejenis rokok dari kelas kretek (rokok tanpa busa filter) yang sangat langka dan sudah hampir punah. Saya yang bukan perokok tetap pun menjadi tergoda untuk mencobanya, yakni dengan nama spesiesnya adalah ……rokok klobot……. Berbeda dengan rokok kretek jaman sekarang, yang sangat padat dan dibungkus dengan kertas serta dengan kandungan nikotin yang cukup tinggi, rokok ini hanya berisi tembakau (nampaknya tidak ada campuran cengkeh ataupun bumbu yang lain) dengan kepadatan yang tidak begitu tinggi dan dibungkus oleh klobot (daun jagung kering), membuatnya sangat ringan untuk dihisap dan memiliki rasa yang sangat murni dan jujur. Tampilannya yang sangat herbal dengan bungkus daun jagungnnya membuat rokok ini sangat layak dicoba, karena memiliki citarasa yang sangat khas dan tersendiri.

Setelah selesai mencuci mulut kami dengan sedikit asap, kamipun melanjutkan pencucian otak makanan kami dengan jajanan yang selalu ada tiap malkemb hadir di dunia, yakni permen gulali atau bahasa populernya lollipop. Permen ini terbuat dari gula yang diolah sehingga menjadi lengket mengkaramel dan dihidangkan dengan taburan bumbu kacang membuat manis malkemb taun ini akan terus terekam tak pernah mati…

Sang raja mentaripun mulai beranajak menghilang berganti dengan putri rembulan, senja menggila di malkemb berjalan dengan lancar dan sukses, memberikan pengalaman cita rasa yang baru serta secuil kenikmatan dunia yang sedikit menghibur kami meninggalkan hiruk pikuk dunia dari rutinitas yang sangat menjemukan, dan menanti hari esok untuk melakukan runtinitas membosankan itu lagi……

Sampai bertemu kembali di tempat yang baru, masakan yang baru, dan tentunya cita rasa yang baru,,,,
Salam perdamaian untuk semua penghuni dunia,,,,

Pisss……